Gambar

Gambar

Jumat, 05 Juni 2015

Artikel Bahaya Minuman Beralkohol Terhadap Kesehatan

Bahaya Minuman Beralkohol Terhadap Kesehatan


        Apakah kamu pernah khawatir dengan minuman alkohol yang diminum menjadi sebuah masalah? Di era sepertisekarang ini sudah banyak remaja yang mulai meminum minuman keras seperti alkohol. Minuman Keras memiliki radar alakohon yang beragam dimulai dari alkohol seperti whiskey yang mengandung 40 persen kadar alcohol. Adapun contoh minuman lainnya seperti rum,gin,dan vodka. Berbanding terbalik dengan bir yang hanya memiliki kadar alcohol sekitar 4,5 persen dan anggur 11 persen.
        Banyak orang yang tidak mengerti dengan jelas dengan pengaruh dari alkohol yang mereka minum sebenarnya membahayakan diri sendiri. Minuman keras dianggap sebagai prningkat suhu tubuh serta memberikan perasaan senang kepada yang meminumnya.Namun yang sebenarnya ada dampak buruk tehadap kesehatan seperti mempengaruhi lambung, hati, ginjal, dan otak. Meminum minuman alkohol sebenarnya sangat membahayakan diri sendiri.Kebanyakan yang suka mengkonsumsi minuman beralkohol adalah anak muda. Mereka sama sekali tidak menyadari bahaya fisik yang akan dihadapi. Sebagai contoh, alkohol enghilangkan reflex muntah yang mencegah seseorang mengeluarkan muntahan. Alkohol menghilangkan rasa pengendalian diri serta menghillangkan akal sehat seseorang.
Usia remaja yang membuat mereka menjadi selalu ingin tau tentang apa yang belum mereka coba.Sebagai orang tua yang berperan penting terhadap anaknya diharuskan untuk mendidik anaknya agar tidak terjerumus kepada hal – halnegatif.Hal yang paling mengerikan kalo tidak cepat diobati terutama sakit kanker hati selain itu otakpun bisa terganggu.Menurut saya pribadi Minuman yang mengandung alkohol terutama minuman keras bisa berujung pada kematian.
        Sekarang ini banyak tempat yang menyediakan minum – minuman keras yang beralkohol.Biasanya seperti club malam yang selalu menyediakan minuman seperti yang di maksud diatas.Maka tidak mengherankan lagi jika banyak kejadian – kejadian buruk yang ada disana.Meminum alkohol sama dengan merusak diri sendiri resikonya tidak lagi hal yang gampang untukdisembuhkan.Jika tidak dicegah dari sekarang maka semakin banyak sakit yang didapat.Dampak negatif dari minuman beralkohol sangatlah susah untukdisembuhkan.Jika ingin hidup tenang di hari tua sebaiknya berhenti untuk meminum – minuman beralkohol.
Adapun dalam buku Ilmu Penyakit Dalam terbitan Internal publishing disebutkan bahwa akibat meminum minuman beralkohol dapat menyebabkan sakit epidemiologi.Keseluruhan insidensi sirosis di Amerika diperkirakan 360 per 100.000 penduduk penyebabnya sebagian besar sakit yang diakibatkan oleh penyakit hati karena kebanyakan menkonsumsi alcohol maupun penyakit infeksi virus kronik. Prevalensi penyakit hati akibat steatohepatitis alkoholik dilaporkan 0,3% juga.Di Indonesia dan prevalensi sirosis hati belum ada, hanya laporan – laporan dari beberapa pusat pendidikan saja.Dri RS Dr.Sardjito Yogyakarta jumlah pasien yang berkisar 4,1% dari persen yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam dalam kurun waktu 1 tahun (2004).Di Medan dalam kurun waktu 4 tahun dijumpai pasien sirosis hati sebanyak 819 (4%) pasien dari seluruh pasien di Bagian Penyakit Dalam.
        Apabila wanita yang meminum minuman beralkohol bisa saja mengakibatkan gangguan nyeri.Jika wanita sedang datang bulan sebaiknya jangan meminum minuman beralkohol.Terlebih jika sedang hamil sebaiknya jangan sekekali minum-minuman keras karena dapat membahayakan janin yang dikandung.
Banyak penyakit yang disebabkan akibat kebanyakan menkonsumsi minuman beralkohol. Dalam buku Elizabeth dicantumkan bahwa minuman beralkohol akan menyebabkan sakit Sirosis.Sirosis adalah kondisi fibrosis dan pembentukan jaringan perut yang di ifus di hati.Alkohol adalah toksin yang paling sering menyebabkan cedera dan peradangan hati.Sakit yang selanjutnya adalah Hepatitis.Hepatitis adalah peradangan hati.Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi yang diakibat oleh alkohol dan sering dijumpai pada kanker hati.Gejala dan tanda masing – masing hepatitis serupa namun cara penularan dan hasilnya mungkin akan berbeda.Gizi buruk yang sering di jumpai pada pecandu alkohol menyebabkan kerusakan pada hati.Dapat terjadi gagal hati yang membutuhkan transplantasi atau menimbulkan kematian.
        Karena memiliki lebih sedikit lemak dalam tubuh mereka dibandingkan dengan wanita, pria cenderung lebih tahan terhadap minuman keras daripada wanita meskipun jika keduanya memiliki berat tubuh dan tinggi yang sama.Salah satu dampak fisik terburuk karena meminum terlalu banyak alkohol adalah hangover ( menggantung ) yang gejala – gejalanya melip[uti dehidrasi , mual, dan sakit kepala.

Analisis:
        Di era yang serba modern ini mungkin kebanyakan orang beranggapan bahwa pergi ke club malam serta meminum-minuman beralkohol melupakan hal yangbiasa.Namun,tidak memikirkan esok kedepannya bagaimana.Kesehatan akan terancam, sering sakit – sakitan, dan kondisi tubuh tidak lagi fit.Jika tidak ingin merusak diri sendiri maka sebaiknya tidak menyentuh minuman beralkohol dan banyak meminum air mineral untuk sehat itu mahal.Minuman beralkohol akan menggangu kesehatan jika tidak terkena sekarang maka akan datang di masatua.Jika tidak ingin kesehatan terganggu dan ingin menikmati hidup dimasa tua maka jangan sekekali meminum-minuman beralkohol.

Sumber: https://parapenuliskreatif.wordpress.com/category/artikel-ilmiah-populer/

Artikel Valda Pastilles

Valda Pastilles 

        Valda pastilles adalah permen pastilles yang mempunyai efek antiseptik dan melegakan tenggorokan. Pastilles sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sejenis pil atau tablet obat yang dibuat dari cairan kental yang dikeraskan dan dikonsumsi dengan cara dikunyah sehingga larut dalam mulut dan diserap oleh membran mukosa mulut tenggorokan dan saluran pencernaan.
        Pastilles dibuat dari gula dan gelatin ataupun gum Arabic. Valda pastilles menambahkan menthol, eucalyptus, thymol, guaiacol, dan terpineol kedalam proses produksinya. Fungsi dari kandungan tersebut adalah untuk menambahkan rasa dan aroma khas valda pastilles dan sebagai zat antiseptik serta penyejuk tenggorokan.

FUNGSI

        Zat aktif thymol memiliki efek antiseptik yang dapat membantu melemahkan kuman-kuman yang menjadi penyebab radang tenggorokan. Zat ini terdapat secara alami dalam tumbuhan thymus vulgaris dan sudah dipergunakan sejak jaman mesir kuno sebagai pengawet mumi karena efek membunuh kuman dan jamur yang dimiliknya,  namun efek tersebut tidak cukup kuat untuk menyembuhkan kuman-kuman yang ada di masyarakat sekarang.
        Menthol memiliki berbagai macam efek yang bermanfaat seperti menyejukkan, mengurangi rasa nyeri, dan menenangkan radang yang ada ditenggorokan. Menthol juga dapat mengurangi rasa gatal pada tenggorokan dan melegakan hidung yang tersumbat. Efek ini tidak sekuat obat yang diresepkan dokter namun dapat dipakai untuk menambah kenyamanan konsumen. Selain efek terapeutik yang ada, menthol juga dipakai sebagai penambah rasa dan aroma untuk produk ini.
        Guaicol adalah prekursor dari berbagai perisa, derivatnya digunakan dalam dunia kedokteran sebagai ekspektoran, antiseptik, dan anestesi lokal. Eucalyptus juga digunakan secara medis untuk meredakan infeksi, demam, dan membantu mengurangi batuk. Terpineol memberikan aroma seperti bunga lilac pada permen pastilles ini.

HAL YANG TERKAIT

        Pemakaian valda pastilles sendiri tidak memerlukan indikasi khusus. Masyarakat mengkonsumsi produk ini untuk melegakan tenggorokan yang meradang maupun yang hanya terasa tidak nyaman, namun perlu diperhatikan bahwa pemakaian produk ini sebagai obat untuk menyembuhkan radang tenggorokan maupun penyakit tenggorokan lainnya seperti radang amandel tidaklah efektif.

Analisis:
        Tidak ada kontraindikasi khusus kecuali reaksi alergi terhadap bahan-bahan yang terkandung didalamnya. Penderita penyakit kencing manis harus waspada dengan kandungan gula yang dimiliki produk ini. Konsumsi berlebihan dapat memperberat penyakit kencing manis yang diderita.
Sumber: http://www.kerjanya.net/faq/8679-valda-pastilles.html

Artikel Pengertian Belajar dan Hakikat Belajar

Pengertian Belajar dan Hakikat Belajar

        Belajar merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh ilmu pengetahuanBelajar juga merupakan sesuatu yang dilakukan untuk menguasai hal tertentu. Beberapa ahli berpendapat sebagai berikut:
  1. Menurut Slameto (2010: 2), ”belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.
  2. Menurut Whittaker (dalam Syaiful Bahri Djamarah, 2008: 12), “belajar dirumuskan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman”.
  3. Kingskey (dalam Syaiful Bahri Djamarah, 2008: 13) mengatakan bahwa “learning is the process by which behavior (in the broader sense) is originated or changed through practice or training. Belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan”.
  4. Menurut Oemar Hamalik (2004: 27) “belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learning is defined as the modification or strengthening of behavior through experiencing)”.
Menurut Bruner (dalam Ratna Wilis Dahar, 2011: 77), belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung bersamaan yaitu:
  1. Memperoleh informasi baru.
  2. Transformasi informasi
  3. Menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan.
Analisis:
        Dari ketiga proses seperti yang diungkapkan Burner dan beberapa pengertian tentang belajar di atas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu kegiatan untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku dengan memperoleh suatu informasi baru melalui pengalaman.

Sumber: http://pembelajaran-pendidikan.blogspot.com/

Artikel Tips Menghadapi Siswa Nakal

        Tips Menghadapi Siswa Nakal

        Sebagai insan yang berada di sebuah lembaga pendidikan, apalagi Sekolah Menegah Kejuruan yang notabene siswanya adalah laki-laki menghadapi siswa “nakal” adalah hal yang biasa. Mulai dari siswa yang sering terlambat atau bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas/ PR, ribut di kelas, jajan saat jam pelajaran, tidak sholat, dan masih banyak contoh “kenakalan” lain yang kerap dilakukan siswa. Hal-hal tersebut memang benar-benar menguji kesabaran kita. Dibutuhkan kesabaran dan keuletan tingkat tinggi.

        Sebenarnya apakah benar ada anak diberi label “nakal”? Penulis sendiri tidak setuju bila ada siswa yang dilabeli “nakal”. Apalagi tidak sedikit guru yang memberi label “nakal” apabila ia merasa tidak sanggup mengendalikan siswanya. Di sisilain ukuran “nakal” tiap guru berbeda-beda. Sebagian guru akan menganggap siswanya “nakal” bila siswanya tidak mengerjakan PR, guru lain berpendapat siswa yang sering bolos/ tidak masuk sekolah adalah siswa yang “nakal”, sebagian lainnya menganggap siswa yang ribut saat pembelajaran adalah siswa yang “nakal”. 


Menurut saya tidak ada yang namanya siswa “nakal”, yang ada adalah;

  • Siswa yang krisis identitas. Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan siswa terjadi karena siswa gagal mencapai masa integrasi kedua.
  • Siswa yang memiliki kontrol diri yang lemah. Siswa yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku “nakal”. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
  • Siswa yang kurang kasih sayang orang tua. Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan menyebabkan kurang perhatian kepada anaknya. Tidak mengenalkan dan mengajarkan norma-norma agama kepada anaknya. Akibatnya dia akan sering bolos atau terlambat sekolah. Saat di sekolah ia akan berulah macam-macam untuk mendapat perhatian dari orang lain, termasuk kepada gurunya.
  • Siswa yang kedua orang tuanya tidak harmois atau bahkan bercerai. Suasana di rumah yang tidak nyaman akan menyebabkan anak tidak fokus saat pelajaran. Kedua orang tua yang seharusnya melidungi dan memberi contoh yang baik justru menjadi akar permasalahan anaknya.
  • Siswa yang menjadi “korban” dari saudara atau teman sepermainannya. Tipe anak seperti ini akan melakukan hal yang sama pada anak lainnya karena ia adalah ‘korban’ dan berusaha untuk membalas dendam.
  • Siswa yang mendapat tekanan dari orang tua. Tekanan ini bisa berupa tuntutan orang tua yang terlalu tinggi akan prstasi anaknya di sekolah atau peraturan di rumah yang terlalu ketat/ mengekang. Akibatnya bisa bermacam, siswa bisa pendiam tapi juga bisa “nakal” karena merasa ingin bebas.
  • Siswa yang mengalami kekerasan dalam lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya masalah ekonomi. Siswa yang mengalami kekerasan di rumah, maka saat di sekolah ia akan menunjukkan sikap memberontak kepada gurunya atau bahkan melakukan kekersaan seperti apa yang ia alami.
  • Siswa yang salah bergaul. Lingkungan memang sangat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan sikap siswa. Pergaulan yang kurang tepat atau menyimpang salah bisa menyebabkan perilaku yang menyimpang.
        Itulah beberapa sebab mengapa siswa berperilaku “nakal” saat di sekolah. Saat kita tahu latar belakang masalah perikau murid kita, tentunya kita akan merasa iba dan kasihan. Oleh karena itu mari kita sebagai pendidik mulai untuk menghentikan label negatif kepada siswa. 

Analisis:
Untuk mengatasi perilaku siswa yang “nakal”, adalah:

  1. Berdo’a untuk anak terebut. Ucapkan namanya setiap kita berdo’a. Berharaplah apa yang kita minta akan dikabulkan Allah dan saat kita menghadapinya Allah mengkaruniakan kesabaran pada diri kita. Yakinlah dia akan berubah, karena keyakinan itu adalah doa. Dia pasti berubah, entah itu besok, lusa, atau kapanpun.
  2. Carilah info yang lengkap tentang siswa yang dianggap “nakal”. Tujuannya adalah agar kita lebih paham tentang latar belakanngya. Harapanya kita akan lebih bisa bersabar dan pengertian dalam menangani perilakunya.
    3.   Hentikan ucapan atau label “nakal” pada siswa tersebut. Kita tahu ucapan adalah do’a. jika kita mengucapakan               kata nakal, secara tidak langsung kita berdo’a agar dia menjadi nakal. Katakanlah yang baik-baik untuknya, walau           bagaimana pun perilaku dan perkataannya.

        Semoga dapat memberikan manfaat. Prinsipnya adalah tidak ada siswa yang “nakal”. Yang ada adalah siswa kurang perhatian dan salah bergaul. Percayalah mereka bisa berubah. Perubahan itu akan bisa terjadi bila dimulai dengan strategi dengan menggunakan pendekatan hati. Bisa melalui tangan kita, atau mungkin tangan orang lain. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Sumber: http://nadhirin.blogspot.com/2013/11/tips-menghadapi-siswa-nakal.html

Artikel Lestarikan Hutan Bakau

Lestarikan Hutan Bakau
        Artikel berjudul ”Lestarikan Hutan Bakau” ini menceritakan tentang keindahan Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Jambi. Harmonisasi yang tercipta antara alam dan satwa-satwa liar yang tergolong satwa langka di sana, bagaikan sebuah dunia lain yang jauh berbeda dengan suasana perkotaan yang padat dan semrawut. Hal ini di rasakan sendiri oleh sang penulis, Irma Tambunan yang berkesempatan menjelajah cagar alam ini bersama sembilan orang rekannya, yang sebagian besar personel Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
      Artikel ini menambah pengetahuan pembacanya, karena isinya mengandung banyak ilmu pengetahuan tentang alam, tumbuh-tumbuhan serta hewan-hewan langka yang hidup di hutan bakau dan harus dilestarikan. Perjalanan menyusuri cagar alam seluas 4,126 hektar ini diwarnai dengan bermacam-macam pengalaman unik yang berharga. Mulai dari melewati sekumpulan biawak (Varanus salvator) yang tengah merapat ke dahan pohon, ular yang melingkar di atas pohon dekat sekali dengan kepala para rombongan, kelompok kera ekor panjang yang sedang bermain-main di dahan pohon, hingga berbagai jenis burung laut, seperti kawanan bangau putih susu (Mycteria cinerea), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), serta elang laut (Haliaeetus leucogaster) yang berstatus dilindungi. Warga yang hidup di sekitar hutan bakau tidak pernah memburu satwa-satwa langkanya.
       Dalam artikel ini juga membahas bermacam-macam fungsi hutan bakau, baik bagi penduduk setempat maupun bagi keutuhan pantai dan kehidupan spesies akuatik. Pembaca jadi sadar bahwa fungsi hutan bakau adalah untuk melindungi masyarakat dari tsunami dan intrusi air laut. Hutan bakau juga bisa menjadi perisai, menetralisir air asin, menjaga garis pantai tetap stabil, serta mencegah erosi pantai. Selain itu, pada satu pohon bakau saja terdapat lima sampai enam sarang lebah yang madunya bisa dipanen warga sekitar, akibatnya dalam satu bulan warga bisa memanen hampir dua ton madu. Dengan demikian, sangatlah penting untuk menjaga dan melestarikan hutan bakau. Kegiatan penebangan hutan bakau untuk tempat tambak ikan yang pernah marak terjadi pada tahun 2005 sempat mengancam kelestarian dan keseimbangan hutan.
     Dilihat dari judulnya, ”Lestarikan Hutan Bakau”, seolah-olah menghimbau pembaca untuk ikut melestarikan hutan bakau, karena banyak sekali kegunaannya. Para pembaca yang peduli terhadap lingkungan ketika melihat judul ini akan tertarik untuk mengetahui dan menambah ilmu tentang pelestarian hutan bakau. Artikel ini menceritakan fungsi-fungsi daripada hutan bakau dengan sangat detail, demikian juga dengan manfaat-manfaatnya bagi penduduk sekitar hutan bakau. Namun tidak disebutkan bahwa hutan bakau juga penting dilestarikan sebagai salah satu paru-paru dunia demi mengurangi pemanasan global yang terjadi sekarang. Selain itu seharusnya gaya penulisannya lebih ditekankan pada persuasif, sehingga masyarakat lebih terhimbau lagi untuk ikut melestarikan hutan bakau, sesuai dengan judul artikelnya. Yang terjadi pada artikel ini adalah digunakannya paragraf deskriptif untuk menggambarkan keadaan hutan bakau, dan hanya sedikit kalimat persuasif yang kurang kuat dalam paragraf penutup.
Analisis:     
        Kelestarian hutan sangat bergantung pada masyarakat sekitarnya. Akan lebih baik lagi apabila ditambahkan solusi yang lebih efektif dan melibatkan semua orang, termasuk para pembaca juga supaya turut ambil bagian melestarikan hutan bakau, baik yang di Jambi maupun hutan bakau dimana pun berada. Juga tidak disertakan nomor kontak maupun alamat yang bisa dihubungi sehingga pembaca tidak bisa mengetahui lebih lanjut cara melestarikan hutan bakau. Sedangkan informasi dari narasumber Aziz Sembiring, seorang petugas BKSDA dirasa sudah cukup lengkap dan jelas.
Sumber : http://amandautari.blogspot.com/2010/04/analisis-artikel-lestarikan-hutan-bakau.html

Artikel Analisis Kebutuhan Pelatihan

Analisis Kebutuhan Pelatihan

        Pertanyaan-pertanyaan yang biasanya kami ajukan kepada pihak perusahaan (manajemen) atau calon klien kami ketika diminta untuk menyusun suatu program pelatihan bagi mereka adalah: mengapa pihak perusahaan merasa bahwa pelatihan merupakan jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi? Bagaimana pelatihan bisa memberikan kontribusi terhadap rencana strategic perusahaan? Siapa saja yang menjadi target pelatihan? Pelatihan apa saja yang pernah dilakukan dan apa hasilnya? Dan masih ada beberapa pertanyaan lain.
Apa yang ingin diketahui dari beberapa pertanyaan seperti tersebut diatas sebenarnya amat sederhana, yaitu ingin mengetahui sejauhmana perusahaan telah melakukan analisis kebutuhan pelatihan. Hal ini begitu penting untuk diketahui sebab tanpa analisis kebutuhan yang sungguh-sungguh maka dapat dipastikan bahwa program pelatihan yang dirancang hanya akan berlangsung sukses di ruang kelas atau tempat pelaksanaan pelatihan semata. Artinya pelaksanaan pelatihan mungkin berjalan dengan sangat baik, tetapi pada saat partisipan (peserta pelatihan) kembali ke tempat kerja masing-masing mereka menjadi tidak tahu atau bingung bagaimana menerapkan apa yang telah mereka pelajari dari pelatihan. Kondisi seperti ini tidak jarang memberikan citra yang negatif bagi pihak penyelenggara pelatihan (HRD Internal atau pun HR Consultant dari luar perusahaan) karena dinilai tidak dapat memberikan kontribusi yang signifikan kepada partisipan. Oleh karena itu, perusahaan konsultan yang sungguh-sungguh peduli terhadap hasil pelatihan pasti akan sangat berhati-hati jika diminta untuk menyusun program pelatihan. Inilah salah satu penyebab mengapa banyak perusahaan konsultan SDM tidak memiliki program pelatihan yang bersifat generic (berlaku umum).

        Meskipun harus diakui bahwa kegagalan partisipan untuk dapat menerapkan apa yang telah dipelajarinya selama pelatihan ke dalam pekerjaan sehari-hari dipengaruhi oleh berbagai faktor, namun tak bisa dipungkiri bahwa salah satu penyebab kegagalan tersebut adalah karena tidak adanya sinkronisasi antara pelatihan dengan kebutuhan atau masalah yang dihadapi. Dengan kata lain keputusan untuk melaksanakan pelatihan tidak didukung oleh data atau informasi yang memadai dan akurat. Data atau informasi tersebut misalnya mengapa perusahaan perlu mengadakan pelatihan, apa jenis pelatihan dan metode yang cocok, siapa peserta yang harus ikut, hal-hal apa yang harus diajarkan, dan sebagainya. Data dan informasi seperti inilah yang harus diperoleh pada tahap analisis kebutuhan pelatihan (training needs analysis).


Definisi
        Secara umum analisis kebutuhan pelatihan didefinisikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data dalam rangka mengidentifikasi bidang-bidang atau faktor-faktor apa saja yang ada di dalam perusahaan yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki agar kinerja pegawai dan produktivitas perusahaan menjadi meningkat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh data akurat tentang apakah ada kebutuhan untuk menyelenggarakan pelatihan. 

        Mengingat bahwa pelatihan pada dasarnya diselenggarakan sebagai sarana untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi gap (kesenjangan) antara kinerja yang ada saat ini dengan kinerja standard atau yang diharapkan untuk dilakukan oleh si pegawai, maka dalam hal ini analisis kebutuhan pelatihan merupakan alat untuk mengidentifikasi gap-gap yang ada tersebut dan melakukan analisis apakah gap-gap tersebut dapat dikurangi atau dihilangkan melalui suatu pelatihan. Selain itu dengan analisis kebutuhan pelatihan maka pihak penyelenggara pelatihan (HRD atau Divisi Training) dapat memperkirakan manfaat-manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari suatu pelatihan, baik bagi partisipan sebagai individu maupun bagi perusahaan. 

Jika ditelaah secara lebih lanjut, maka analisis kebutuhan pelatihan memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah:

-  Memastikan bahwa pelatihan memang merupakan salah satu solusi untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja pegawai dan produktivitas perusahaan.

-  Memastikan bahwa para partisipan yang mengikuti pelatihan benar-benar orang-orang yang tepat.

-  Memastikan bahwa pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan selama pelatihan benar-benar sesuai dengan elemen-elemen kerja yang dituntut dalam suatu jabatan tertentu.

-  Mengidentifikasi bahwa jenis pelatihan dan metode yang dipilih sesuai dengan tema atau materi pelatihan.


-  Memastikan bahwa penurunan kinerja atau pun masalah yang ada adalah disebabkan karena kurangnya pengetahuan, ketrampilan dan sikap-sikap kerja; bukan oleh alasan-alasan lain yang tidak bisa diselesaikan melalui pelatihan.

-  Memperhitungkan untung-ruginya melaksanakan pelatihan mengingat bahwa sebuah pelatihan pasti membutuhkan sejumlah dana.


Beberapa Faktor
        Mengingat bahwa data dan informasi yang harus dikumpulkan dan dianalisis menyangkut manusia (adanya gap antara pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang ada dengan yang diharapkan) dan organisasi/perusahaan (rencana dan tujuan perusahaan, SAP, manfaat pelatihan, dsb) maka analisis kebutuhan pelatihan seyogyanya mencakup kedua area tersebut. Oleh karena itu data yang harus dikumpulkan mencakup beberapa faktor sebagai berikut: 


Alasan
        Perusahaan adalah suatu sistem. Artinya di dalam perusahaan terdapat beberapa divisi atau bagian yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Dengan adanya berbagai divisi tersebut maka kebutuhan akan pelatihan dapat berbeda-beda antara divisi yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu, pada tahapan ini perancang program pelatihan (baca: Training Manager/Officer yang mewakili HRD atau Divisi Training) dituntut untuk benar-benar jeli dalam melihat kebutuhan yang ada. Ia harus meluangkan banyak waktu untuk mendengarkan pendapat dari berbagai pihak, mengetahui dengan pasti siapa yang berwenang memutuskan adanya pelatihan, dan apa kaitan pelatihan yang akan dirancang dengan rencana strategic perusahaan. 

        Dalam banyak kasus kebutuhan pelatihan mungkin diajukan atau diminta oleh manager atau supervisor dari divisi tertentu yang ada dalam perusahaan. Selain itu ada juga pelatihan yang bersifat menyeluruh, dalam arti bahwa pelatihan tersebut merupakan suatu policy dari pihak manajemen untuk mensosialisasikan visi, misi, dan tujuan perusahaan, termasuk rencana strategic yang akan dijalankan. Meski kedua hal tersebut sebenarnya telah mengindikasikan adanya kebutuhan pelatihan, namun perancang pelatihan harus dapat menggali lebih dalam lagi sejauhmana kebutuhan tersebut dapat direalisasikan. Ia harus bisa menggali informasi-informasi seperti: apakah program pelatihan serupa pernah dilaksanakan dan apa hasilnya? Apakah pelatihan tersebut benar-benar akan bermanfaat bagi divisi tertentu dan secara langsung ataupun tidak langsung akan memberikan dampak positif bagi kinerja semua divisi yang ada dalam perusahaan? Kondisi atau situasi seperti apa sebenarnya yang mendorong dilakukannya pelatihan tersebut? Lalu apa sebenarnya yang diharapkan dari pelatihan tersebut? 


Peserta
        Satu hal yang sangat krusial dalam suatu pelatihan adalah menentukan siapa yang menjadi peserta pelatihan tersebut. Peserta yang dimaksudkan dalam konteks ini adalah mencakup partisipan dan juga trainer/facilitator dari pelatihan tersebut. Mengapa hal ini dikategorikan sebagai hal yang krusial tidak lain adalah karena peserta akan sangat menentukan format pelatihan. Selain itu para partisipan adalah individu-individu yang akan membawa apa yang diperoleh dalam pelatihan ke dalam pekerjaan mereka sehari-hari sehingga akan memiliki dampak pada perusahaan. Dengan mengetahui peserta pelatihan perancang program pelatihan dapat menentukan format yang tepat; apakah akan menggunakan format ruang kelas (classroom setting), belajar sendiri (self-study or self-journey), belajar dari pengalaman (experiential learning or learning by doing), atau menggunakan beberapa format sekaligus.

Selain itu, dengan mengetahui siapa peserta pelatihan maka perancang program pelatihan akan dapat menggali lebih jauh berbagai informasi seperti: 

-  Apa saja persyaratan minimal (pendidikan, pengalaman dan ketrampilan) yang harus dipenuhi oleh partisipan untuk dapat mengikuti pelatihan?

-  Apa dasar-dasar pengetahuan dan ketrampilan yang telah dimiliki partisipan, termasuk pelatihan apa saja yang pernah diikuti sebelumnya? 

-  Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh trainer/facilitator untuk dapat menyelenggarkan pelatihan? apakah akan menggunakan trainer dari dalam perusahaan atau menggunakan trainer dari luar?

-  Bagaimana data demography para partisipan? 


Pekerjaan
        Data atau informasi yang berhubungan dengan aspek pekerjaan yang harus dikumpulkan dan dianalisis mencakup hal-hal seperti: jenis pekerjaan (jabatan) apa yang sedang di review dan apa fungsi utama pekerjan (jabatan) tersebut, apa saja kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan secara optimal, apa standard kinerja yang harus dipenuhi oleh pegawai, apakah pegawai sudah memenuhi standard kinerja yang diharapkan, dsb. Pada intinya analisis kebutuhan pelatihan yang mencakup aspek pekerjaan bertujuan mengumpulkan informasi seputar fungsi dan tanggung jawab jabatan, tingkat kinerja yang diharapkan, dan kemampuan serta ketrampilan apa saja yang harus dimiliki oleh individu atau kelompok (divisi) untuk dapat memenuhi standard kinerja yang diharapkan. Bagi perusahaan-perusahaan yang telah memiliki uraian jabatan mungkin akan lebih mudah bagi si perancang program untuk memperoleh data. Namun bagi perusahaan yang belum memiliki uraian jabatan maka si perancang program akan membutuhkan banyak waktu untuk melakukan analisis jabatan.


Materi
      Bagi perusahaan-perusahaan yang sudah terbiasa melakukan pelatihan, materi pelatihan mungkin sudah tersedia untuk berbagai jabatan. Meski demikian hal ini tidaklah berarti bahwa materi tersebut selalu cocok untuk setiap peserta dan setiap situasi. Materi pelatihan yang baik harus selalu diperbaharui sesuai dengan kondisi yang ada supaya isi (content) dari pelatihan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan si partisipan. Hal yang mendasar untuk diketahui dalam menentukan materi yang akan dirancang dalam sebuah program pelatihan adalah apakah materi yang akan diberikan merupakan suatu hal yang bersifat essential atau tidak. Jika ya, maka materi tersebut harus dimasukkan dalam pelatihan. Jika hal ini sudah ditentukan, maka selanjutnya baru dipilih topik-topik penting yang perlu diajarkan dalam pelatihan, bagaimana mengajarkannya dan hal-hal apa saja yang perlu dijelaskan lebih lanjut supaya lebih memudahkan partisipan dalam memahami materi tersebut.


Dukungan
        Mengingat bahwa hal-hal yang mempengaruhi kinerja pegawai maupun perusahaan secara keseluruhan tidak hanya ditentukan oleh pelatihan, maka si perancang pelatihan harus benar-benar dapat memastikan bahwa ia mendapatkan dukungan dari berbagai pihak di dalam perusahaan. Dukungan tersebut adalah berupa komitmen dari para manager atau supervisor untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi para partisipan untuk dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam pelatihan. Suasana kondusif tersebut misalnya: menempatkan pegawai pada jabatan yang sesuai dengan kompetensinya, memberikan feedback tentang kinerja pegawai secara periodik, mendengarkan keluhan dan masalah yang dihadapi pegawai dalam menerapkan apa yang telah dipelajari, memberikan reward atau recognition bagi pegawai yang berhasil memenuhi standard kinerja yang diharapkan, menegur atau memberikan sanksi kepada pegawai yang tidak menunjukkan kinerja yang optimal, dsb.

        Komitmen tersebut amat penting diperoleh mengingat bahwa pelatihan bukanlah sarana yang tepat untuk mengendalikan hal-hal yang tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan dan ketrampilan. Dengan perkataan lain pelatihan hanyalah merupakan sarana yang berguna untuk menghilangkan atau mengurangi adanya kesenjangan antara pengetahuan dan ketrampilan yang ada dengan yang diharapkan. Pelatihan tidak bisa dengan mudah dianggap sebagai sarana untuk mengurangi tingkat ketidakhadiran pegawai, mengatasi PHk atau perampingan perusahaan, meningkatkan gaji dan menciptakan motivasi kerja pegawai di lapangan. Pelatihan juga tidak akan serta merta melahirkan standard kinerja yang diharapkan jika di tempat kerja sehari-hari tidak ada kriteria penilaian tentang standard kinerja tersebut. Selain itu pelatihan tidak bisa menggantikan peran manager ataupun supervisor dalam memberikan feedback kepada bawahannya. Oleh karena itu, dalam analisis kebutuhan pelatihan si perancang program harus dapat memastikan bahwa pelatihan tidak akan disalahgunakan oleh pihak manajemen atau pun para manager/supervisor untuk melepaskan tanggungjawab atas ketidakberhasilan mereka dalam mengatasi permasalahan yang ada. Sebaliknya pelatihan harus dipandang sebagai sarana pendukung bagi keberhasilan pihak manajemen atau para manager/supervisor dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab mereka. Tanpa adanya komitmen yang sungguh-sungguh dari pihak manajemen atau para manager/supervisor maka dapat dipastikan bahwa pelatihan hanya akan berjalan sukses di ruang kelas atau tempat pelaksanaan pelatihan saja. 


Biaya
        Sekecil apapun kegiatan pelatihan pasti membutuhkan dana. Oleh karena itu amat penting untuk menghitung untung rugi dari pelaksanaan suatu pelatihan. Dalam hal ini si perancang program pelatihan harus mengumpulkan berbagai informasi yang menyangkut hal-hal seperti: biaya apa saja yang harus dikeluarkan untuk partisipan maupun trainer, apa keuntungan yang akan diperoleh dari pelatihan tersebut dan berapa lama hal itu bisa dicapai, apakah biaya pelatihan masih sesuai dengan budget yang ada, dsb. Salah satu cara yang cukup populer untuk menghitung untung rugi suatu pelatihan adalah dengan mengukur ROI.


Memilih Metode
        Sebelum menentukan metode yang akan digunakan dalam pengumpulan data, maka perlu dipikirkan sumber-sumber data yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan. Sumber-sumber data tersebut diantaranya adalah:

-  Riset atau survey (critical incidents research, working climate survey, customer service survey, dsb)

-  Penilaian kinerja (performance appraisal)

-  Perencanaan karir pegawai

-  Perubahan prosedur kerja dan perkembangan teknologi

-  Perencanaan SDM 

Jika faktor-faktor yang akan dianalisis sudah diketahui dan sumber-sumber data dapat ditentukan maka perancang program pelatihan dapat memilih beberapa metode pengumpulan data sebagai berikut: 

-  Kuestioner 

-  Obervasi

-  Wawancara

-  Fokus group 

-  Regular meeting

-  Mempelajari data perusahaan

-  Mempelajari uraian jabatan

-  Membentuk kelompok pakar/ penasehat


Analisis:
        Dengan memperhatikan hal-hal yang telah saya uraikan diatas, besar harapan saya bahwa program pelatihan yang akan anda susun dapat berlangsung sukses baik dalam pelaksanaannya maupun pada saat para partisipan kembali ke tempat kerja untuk menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang di peroleh ke dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Meskipun mungkin tidak semua faktor diatas harus dianalisis (ada pelatihan tertentu yang tidak perlu menganalisis semua faktor), namun semakin banyak data dan informasi yang bisa dikumpulkan dalam analisis kebutuhan pelatihan maka akan semakin mudah bagi si perancang program pelatihan untuk menggambarkan persyaratan-peryaratan yang diinginkan oleh perusahaan, kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki pegawai, kesenjangan antara pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan yang ada dengan yang diharapkan dan bagaimana cara terbaik untuk menghilangkan kesenjangan tersebut. Dengan melakukan analisis kebutuhan pelatihan secara sungguh-sungguh maka niscaya program pelatihan yang dirancang akan dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif. Selamat mencoba. Semoga berguna untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para pekerja kita.


Sumber: http://faqihregas.blogspot.com/2010/06/analisis-kebutuhan-pelatihan.html

Kamis, 04 Juni 2015

Artikel Perkembangan Komputer Saat Ini

PERKEMBANGAN KOMPUTER SAAT INI

        Terfikir ngga sih? Bagaimana mencapai kekayaan komputer pada saat ini? Padahal, pada waktu sebelumnya, idak terdapat kenekaragaman jenis, semua komputer dianggap sama. Pada suatu waktu, 8 perusahan berbeda pada Amerika manufactured computers. Univac yang telah memimpin terlebih dahulu dalam perkomputeran akan tetapi kemudian dikalahkan IBM. Pasti sudah kenal kan dengan perusahaan ternama dalam bidang teknologi yang satu ini?
        IBM menjadi penjual dominan di Amerika dan di luar negeri, loh industri komputer terkadang digambarkan seperti "IBM dan tujuh kurcaci" pada tahun 1950an dan awal tahun 1960an, tidak ada perusahan seperti Apple, Digital Equipment corporation (DEC), dan Compaq.

Komputer Wizard
     Tidak setiap aplikasi membutuhkan kekuatan prosesing dari komputer personal; sebagai tambahan, alat komputer kecil seperti Wizard menjadi semakin kuat setiap harinya. Brooklyn Union Gas memiliki sekitar 100 Wizard yang digunakan untuk tugas yang berbeda-beda.
Dalam satu aplikasi pelayanan kostumer mewakili penggunaan Wizard untuk membimbing kostumer melalui beberapa peraturan yang dimimta ketika mereka mengatur suatu laporan. Seorang analisis menulis ulang suatu aplikasi yang digunakan pada PC dalam BASIC yang dapat menjalankan Wizard.
Di Merck & Co. Sekarang, Wizard adalah IBM PC asli yang kuat yang muncul di tahun 1981, dalam perbandingan biaya/tampilan dari "komoditi" keping (chip) prosesor melawan sistem berdasarkan hak milik rancangan sirkuit.

Perkembangan dari mainframe
      Pada Komputer pertama yang dikembangkan adalah mainframe yang lebih besar, mesin yang bertujuan umum. Di awal industri komputer, hanya satu yang dapat menjalankan kelompok pada komputer mainframe. Banyak organisasi yang telah mengembangkan banyak aplikasi pada komputer mainframe; pada saat ini jenis mesin seperti itu digunakan untuk mendukung beberapa teminal dan interakting komputer personal dengan database besar yang menapung milyaran karaketer data. Komputer mainframe oleh banyak pengguna digunakan dengan luas untuk proses transaksi dan memelihara akses data penting.

Kekuasaan superkomputer
      Komputer mainframe tidaklah cukup cepat untuk beberapa aplikasi. Komputer mainframe dikembangkan secara original untuk keperluan bisnis; komputer mainframe memiliki kelebihan untuk meningkatkan pengolahan data bisnis yang melibatkan manipulasi karakter dan aritmetika desimal. Para ilmuan dan insinyur mamiliki masalah hitungan intensif yang harus dipecahkan, sering melibatkan angka dengan banyak digit yang signifikan. Perusahaan seperti Cray menawarkan komputer super untuk beberapa pekerjaan seperti peramalan, data analisis geologikal, Dan bebrapa jenis dari pembelajaran simulasi. Superkomputer termasuk pada komputer tercepat saat ini, dengan ukuran kecepatan dalam 100 megaflop (megaflop adalah pelaksanaan dari satu juta intruksi gerak-poin per detik) lebih cepat dari gigaflop (satu miliyar intruksi gerak-poin per detik). Beberapa perusahaan mencoba untuk mencapai mesin teraflop mesin yang mampu untuk malksanakan satu triliun intruksi per detik!

Minis : Awal mula revolusi
   Jenis komputer lain yang dikembangkan adalah mini; perusahaan seperti DEC menemukan bahwa gabungan sirkuit mereka dapat membuat suat komputer kecil yang sangat hemat biaya dengan 8 atau 16 bit panjang kata. Minis menjadi sangat populer sebagai komputer yang berdiri sendiri dan sebagai mesin yang dipersembahkan untuk departemen perusahaan.
Minikomputer telah berkembang sebagai pabrik yang telah meningkatkan kecepatan pengolahan dan mengeluarkan ukuran huruf sampai 32 bit. Komputer ini dapat dikelompokkan sebagi "midrange".

Komputer Personal telah merubah segalanya
     Kedatangan selanjutnya adalah PC atau komputer personal, yang pertama kali dirancang sebagai komputer 8-bit; Apple memperkenalkan PC di tahun 1977. IBM PC yang asli, dipasarkan pada tahun 1981, mengambil 8 bit di waktu yang sama dari memori tetapi menampilkan 16 bit dari waktu yang sama pada perhitungan. IBM segera memperkenalkan AT, yang mengambil dan memproses16 bits pada waktu yang sama, generasi selanjutnya adalah komputer PC 32 bit pada waktu yang sama atau 386 (kemudian 486 juga) yang mengambil dan memproses 32 bit pada waktu yang sama. Chip terbaru, pentium adalah chip yang mampu untuk mengambil dan memproses 64 bit pada waktu yang sama.
Server adalah PC yang berkekuatan tinggi yang digunakan untuk mengatur suatu jaringan dari PC dan peralatan yang lainnya. Server pada umumnya memiliki kapasitas disk yang luas untuk menyimpan progran dan data, yang didownload ke PC pada jaringan ketika mereka meminta pelayanan.

Analisis:   
Sebagi hasilnya, kita mengharapkan untuk melihat lebih banyak jaringan komputer; mainframe, minis dan PC saling berhubungan yang akan mengerjakan bermacam-macam tugas pengolahan. Memutuskan jenis komputer apa yang paling cocok untuk sebuah aplikasi dan dimana koputer tesebut dilokasikan akan berlanjut menjadi bagian dari pengembangan arsitektur untuk sebuah sistem baru.

Sumber: http://iniiblogusi.blogspot.com/2011/04/perkembangan-komputer.html

Artikel 4 Strategi Pengelolaan Lahan

4 Strategi Pengelolaan Lahan

        Pengelolaan lahan di sini termasuk pengelolaan lahan pertanian, pengelolaan tanah baik untuk pemukiman maupun industri. Dengan makin berkembangnya ilmu dan teknologi maka manusia makin berupaya untuk mendapatkan strategi baru dalam bidang penguasaan lahan. Strategi tersebut bertujuan untuk meningkatkan hasil yang maksimal dengan menggunakan waktu, tenaga dan biaya yang semaksimal mungkin.
1.     Memperoleh hasil atau produksi maksimum dari setiap unit lahan;
2.     Memilih tata cara pengelolaan lahan yang memberikan keuntungan maksimum;
3.     Menekankan sekecil mungkin tidakmantapan kondisi lahan potensial sehingga dapat meningkatkan hasil maksimum;
4.     Mencegah menurunnya potensi lahan potensial
Analisis:
        Dengan melaksanakan strategi demikian, maka sudah dapat diharapkan penaggulangan dampak negatif sedini mungkin sehingga tidaklah menanggung resiko di masa yang akan datang.
Sumber: http://www.artikellingkunganhidup.com/4-strategi-pengelolaan-lahan.html

Artikel 4 Langkah Menghemat Plastik

       4 Langkah Menghemat Plastik

        Plastik merupakan bahan baku yang banyak digunakan oleh manusia, seperti untuk kemasan, sedotan, task kresek, bahan pelapis, mainanan, alat-alat rumah tangga dan alat makan, perlengkapan sekolah, dan sebagainya. Sebagian besar barang-barang rumah tangga yan gkita gunakan sehari-hari dibuat dari plastik. Perkembangan pesat dari industri plastik dan teknologi membuat kehidupan kita menjadi lebih mudah dan praktis.
        Plastik dan segala jenis barang yang dibuat dari plastik sangat sulit untuk didaur ulang. Sampah plastik dan barang dari plastik baru akan terurai atau hancur di dalam tanah dalam jangka waktu kurang lebih 200-1000 tahun kemudian.Apabila dibakar, plastika akan mengahasilkan at kimia yan gberacun dan menimbulkan berbagai penyakit seperti menyumbat saluran pernafasan, kanker paru-paru, mengganggu kesuburan dan sebagainya.
Analisis:
        Dengan demikian, kita diharapkan dapat lebih berhati-hati dan menjadi lebih effisien dalam memanfaatkan barang-brang berbahan plastik. Hal-hal yan gdapat kita lakukan untuk menefisienkan penggunaan plastik dan mengurangi sampah plastik adalah sebagai berikut.
1.     Menggunakan dan memanfaatkan tas.kantong belanja dari kain untuk mengurangi tas.kantong belanja dari plastik.
2.     Memanfaatkan barang berbahan plastik bekas untuk dibuat aneka barang kerajinan atau digunakan dalam bentuk lain seperti dompet, tas dan pernak pernik lain.
3.     Mengembangkan produk plastik yan gawet sehingga penggunaannya dapat berlangsung lebih lama.
Sumber: http://www.artikellingkunganhidup.com/4-langkah-menghemat-plastik.html