Nama : Tito Budi S
NPM : 17112411
Kelas : 3 KA 41
SOAL:
1. Jelaskan dengan contoh "Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar" !
2. Contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi di dunia pendidikan ?
JAWABAN:
1. CONTOH MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA
SECARA BAIK DAN BENAR
Berbahasa
Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang
serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul.
Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang
sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan
bahasa yang baku.
Berbahasa
Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait
dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu,
yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi
prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku.
Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan
oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih
kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi
resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.
Misalkan
dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku :
Apakah kamu ingin menyapu rumah
bagian belakang ?
Apa yang kamu lakukan tadi?
Misalkan
ketika dalam dialog antara seorang Guru dengan seorang siswa:
Pak guru : Rino apakah
kamu sudah mengerjakan PR?
Rino :
sudah saya kerjakan pak.
Pak guru : baiklah
kalau begitu, segera dikumpulkan.
Rino :
Terima kasih Pak
Kata yang
digunakan sesuai lingkungan sosial
Contoh
lain dari pada Undang-undang dasar antara lain :
Undang-undang dasar
1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan
oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai
dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.
Dari beberapa kalimat
dalam undang-undang tersebut menunjukkan bahasa yang sangat baku, dan
merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar.
Contoh lain dalam
tawar-menawar di pasar, misalnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan
kegelian, keheranan, atau kecurigaan. Akan sangat ganjil bila dalam tawar
-menawar dengan tukang sayur atau tukang becak kita memakai bahasa baku seperti
ini.
(1) Berapakah Ibu mau
menjual tauge ini?
(2) Apakah Bang Becak
bersedia mengantar saya ke Pasar Tanah Abang dan berapa ongkosnya?
Contoh di
atas adalah contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar, tetapi tidak baik dan
tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu.
Untuk
situasi seperti di atas, kalimat (3) dan (4) berikut akan lebih tepat.
(3) Berapa nih, Bu,
tauge nya?
(4) Ke Pasar Tanah
Abang, Bang. Berapa?
Misalkan
perbedaan dari bahasa indonesia yang benar dengan bahasa gaul
|
Bahasa Indonesia
|
Bahasa Gaul (informal)
|
|
Aku, Saya
|
Gue
|
|
Kamu
|
Elo
|
|
Di masa depan
|
kapan-kapan
|
|
Apakah benar?
|
Emangnya bener?
|
|
Tidak
|
Gak
|
|
Tidak Peduli
|
Emang gue pikirin!
|
Dari
contoh diatas perbedaan antara bahasa yang baku dan non baku dapat
terlihat dari pengucapan dan dari tata cara penulisannya. Bahasa indonesia baik
dan benar merupakan bahasa yang mudah dipahami, bentuk bahasa baku yang
sah agar secara luas masyarakat indonesia berkomunikasi menggunakan bahasa
nasional.
Contoh:
“Kami,
putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”,
demikianlah bunyi alenia ketiga sumpah pemuda yang telah dirumuskan oleh para
pemuda yang kemudian menjadi pendiri bangsa dan negara Indonesia. Bunyi alenia
ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu jelas bahwa yang menjadi bahasa persatuan
bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia. Kita sebagai bagian bangsa Indonesia
sudah selayaknya menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan
sehari-hari.
Paragraph
dibawah ini cuplikan gaya bahasa yang dipakai sesuai dengan EYD dan menggunakan
bahasa baku atau bahasa ilmiah bukan kata popular dan bersifa objektif, dengan
penyusunan kalimat yang cermat.
Dalam
paradigma profesionalisme sekarang ini, ada tidaknya nilai informative dalam
jaring komunikasi ternyata berbanding lurus dengan cakap tidaknya kita menulis.
Pasalnya, selain harus bisa menerima, kita juga harus mampu memberi. Inilah
efek jurnalisme yang kini sudah menyesaki hidup kita. Oleh karena itu, kita pun
dituntut dalam hal tulis-menulis demi penyebaran informasi. Namun persoalannya,
apakah kita peduli terhadap laras tulis bahasa kita. Sementara itu, yakinilah,
tabiat dan tutur kata seseorang menunjukkan asal-usulnya, atau dalam penegasan
lain, bahasa yang kacau mencerminkan kekacauan pola pikir pemakainya. Buku ini
memperkenalkan langkah-langkah pragmatic yang Anda perlukan agar tulisan Anda
bisa tampil wajar, segar, dan enak dibaca.
2. BAHASA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI DI DUNIA PENDIDIKAN
Bahasa Indonesia
berfungsi pula sebagai bahasa pengantar dilembaga-lembaga pendidikan, mulai
dari lembaga pendidikan terendah (taman kanak-kanak) sampai dengan lembaga
pendidikan tertinggi (Perguruan Tinggi) di seluruh Indonesia, kecuali di pelosok-pelosok daerah tertentu mayoritas
masih menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa ibu.
Di daerah ini, bahasa
daerah boleh dipakai sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan tingkat
sekolah dasar sampai tahun ketiga (kelas tiga). Setelah itu, harus menggunakan
bahasa Indonesia. Karya-karya ilmiah di perguruan tinggi (baik buku rujukan,
karya akhir mahasiswa, seperti skripsi, tesis, disertasi, dan hasil atau
laporan penelitian) yang ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia,
menunjukkan bahwa bahasa Indonesia telah mampu sebagai alat penyampaian Iptek,
dan sekaligus menepis anggapan bahwa bahasa Indonesia belum mampu mewadahi
konsep-konsep Iptek.
Sebagai fungsinya yang
kedua di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia merupakan
bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak
sampai dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, kecuali di daerah-daerah,
seperti daerah aceh, batak, sunda, jawa, madura, bali, dan makasar yang
menggunakaan bahasa daerahnya sebagai bahasa pengantar sampai dengan tahun
ketiga pendidikan dasar.
Selain itu juga menurut
Minto Rahayu, telah dibuktikan bahwa sejak bangsa Indonesia diproklamasikan
sebagai negara (17 Agustus 1945), bahasa Indonesia telah digunakan sebagai
pengantar dalam dunia pendidikan menggantikan bahasa Belanda, kecuali di TK dan
tiga tahun SD, penggunaan bahasa daerah belum sama sekali dapat dihilangkan,
mengingat bahasa Indonesia masih dianggap sebagai bahasa kedua.
Namun, perkembamgan membuktikan bahwa bahasa Indonesia semakin banyak digunakan
sebagai bahasa pengantar pendidikan di semua jenjang dan jalur pendidikan.
Dari ketiga versi
pendapat ini bisa disimpulkan bahwa fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar
dalam pendidikan, itu memiliki kesamaan dan juga perbedaan, yakni kesamaanya
fungsi bahasa Indonesia pengantar pendidikan itu di mulai dari lembaga
pendidikan terendah TK, SD dan seterusnya sampai ke jenjang yang tertinggi
(Perguruan Tinggi). Adapun perbedaannya hanya sedikit sekali yaitu dalam segi
penggunaan dalam daerah masing-masing, karena penggunaan bahasa daerah belum
bisa dihilangkan, mengingat kedudukannya masih sebagai bahasa kedua sebelum
menggantikan bahasa Belanda.
Pemakaian lebih dari satu
bahasa dalam dunia pendidikan mengganggu keefektifan pendidikan. Sehingga dengan sebuah keseragaman bahasa itu, dapat menjadikan lebih hemat biaya
pendidikan. Selain itu juga, peserta didik dari tempat yang berbeda dapat
saling berhubungan.
1. Peranan
Bahasa Dalam Pendidikan
Pendidikan bahasa
Indonesia mempunyai peranan yang penting di dalam dunia pendidikan. Seperti
yang kita ketahui bahwa sehari-hari kita menggunakan bahasa Indonesia sebagai
alat komunikasi. Oleh karena itu, kita harus mempelajari
ilmu pendidikan tentang bahasa. Agar kita dapat belajar dan mengetahui
bagaimana cara kita menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Terutama bagi calon pendidik, pendidikan bahasa dan sastra Indonesia
memang sangat penting. Karena ketika seorang pendidik memberikan pengajaran
kepada anak-anak didiknya, ia harus bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik
dan benar. Apabila seorang pendidik menggunakan bahasa yang kurang baik, maka
akan dicontoh anak-anak didiknya.
2. Pemakaian
Bahasa Dalam Pendidikan
Dalam pemakaian ataupun
penggunaannya fungsi bahasa Indonesia yang paling utama adalah sebagai alat
komunikasi. Dalam hal ini berbagai penjelasan mengenai pemakaian fungsi bahasa
dalam pendidikan telah dapat dikemukakan oleh para ahli bahasa. Beberapa pakar
memberikan penjelasan mengenai pemakaian fungsi bahasa dapat dilihat dari cara
pandang masing-masing.
Akan tetapi, penjelasan
mengenai pemakaian fungsi bahasa secara keseluruhan memiliki banyak persamaan.
Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian ini, secara konstekstual
bahasa yang digunakan anak-anak dwibahasawan berfungsi sebagai alat
berinteraksi atau interaksional, merupakan alat diri atau personal, alat untuk
memperoleh ilmu pengetahuan atau heuristik, dan untuk menyatakan imajinasi dan
khayal.
Dengan demikian fungsi
bahasa dapat diartikan sebagai fungsi untuk menjelaskan suatu informasi
atau materi pelajaran yang terkait secara kontekstual. Dan bahasa Indonesia
merupakan satu-satunya bahasa yang dapat memenuhi kebutuhan akan bahasa
yang seragam dalam pendidikan di Indonesia. Adapun itu juga, bahasa Indonesia
dalam pemakaiannya telah
berkembang pesat dan sudah tersebar luas. Sehingga pemakaian bahasa
Indonesia dalam dunia pendidikan bukan hanya terbatas pada bahasa pengantar,
akan tetapi bahan-bahan ajar juga memakai bahasa Indonesia. Dalam konteks ini
bahasa Indonesia adalah bahasa yang membuka jalan bagi kita menjadi anggota yang seutuhnya dari bangsa
Indonesia.
SUMBER: Wikipedia Bahasa Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar